, ,

Memelihara Budaya Mamuju melalui Ritual Massossor Manurung

by -925 Views

News Mamuju – Masyarakat Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat, kembali menggelar ritual Massossor Manurung, sebuah tradisi adat yang telah diwariskan turun-temurun oleh leluhur suku Mamuju. Kegiatan ini berlangsung di Bambalamotu, Minggu (27/10/2025), dan dihadiri oleh tokoh adat, pemerintah daerah, serta ratusan warga dari berbagai kecamatan.

Gubernur Suhardi Duka Hadiri Ritual Massossor Manurung, Ajak Warga Rawat Budaya  Mamuju - KabarMandar.com

Ritual Massossor Manurung dikenal sebagai upacara pembersihan diri dan lingkungan, yang melambangkan rasa syukur kepada Sang Pencipta sekaligus penghormatan kepada para leluhur. Tradisi ini biasanya digelar setelah musim panen atau menjelang musim tanam baru.

Kepala Dinas Kebudayaan Mamuju, Rahmat Arif, mengatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah dalam melestarikan nilai-nilai kearifan lokal yang sarat makna spiritual dan sosial.

Baca Juga : BPBD Sulbar siagakan tim reaksi cepat setelah banjir landa wilayah Mamuju

“Massossor Manurung bukan sekadar ritual adat, tetapi juga simbol kebersamaan dan rasa hormat masyarakat terhadap alam serta leluhur mereka,” ujarnya.

Makna dan Prosesi Ritual

Rangkaian ritual dimulai dengan doa adat yang dipimpin oleh Tomakaka (pemangku adat), diikuti dengan prosesi penyucian menggunakan air yang diambil dari tujuh sumber mata air. Air tersebut kemudian dipercikkan ke rumah-rumah warga dan area persawahan sebagai simbol tolak bala dan harapan akan keberkahan.

Dalam prosesi itu juga ditampilkan tarian dan nyanyian tradisional Mamuju yang menggambarkan keharmonisan antara manusia, alam, dan roh penjaga kampung. Sejumlah perempuan mengenakan busana adat berwarna cerah, membawa persembahan berupa hasil bumi seperti padi, jagung, dan pisang.

“Ritual ini juga menjadi cara kami menanamkan nilai gotong royong dan rasa syukur kepada generasi muda,” tutur Ambo Leleng, salah satu tetua adat.

Ruang Edukasi Budaya bagi Generasi Muda

Selain sebagai kegiatan keagamaan adat, Massossor Manurung kini juga menjadi ajang edukasi budaya. Pemerintah daerah menggandeng sekolah-sekolah dan komunitas seni untuk melibatkan pelajar dalam dokumentasi dan pertunjukan budaya.

“Anak muda harus tahu akar budayanya. Tradisi seperti ini tidak boleh hilang, apalagi di tengah arus modernisasi yang cepat,” kata Rahmat.

Pelestarian Melalui Dukungan Pemerintah dan Masyarakat

Pemkab Mamuju berkomitmen memasukkan Massossor Manurung sebagai bagian dari kalender event budaya daerah setiap tahun. Harapannya, selain menjaga nilai-nilai leluhur, kegiatan ini juga dapat menarik wisatawan untuk mengenal lebih dekat budaya Mamuju.

“Budaya adalah identitas kita. Dengan melestarikan Massossor Manurung, kita menjaga jati diri Mamuju sebagai daerah yang religius, beradab, dan menghormati warisan leluhur,” pungkas Rahmat.

telkomsel

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.