News Mamuju – Stok Ikan Mamuju mengalami penurunan dalam beberapa pekan terakhir dan langsung memicu kenaikan harga di sejumlah pasar tradisional. Para pedagang mengeluhkan pasokan yang tidak stabil, sementara permintaan masyarakat tetap tinggi setiap hari.

Nelayan di wilayah pesisir mengaku kesulitan melaut akibat cuaca yang tidak menentu. Angin kencang dan gelombang tinggi menghambat aktivitas penangkapan ikan. Kondisi ini membuat hasil tangkapan menurun drastis. Akibatnya, distributor tidak dapat mengirimkan pasokan dalam jumlah normal ke pasar-pasar di Kabupaten Mamuju.
Baca Juga : Kemunculan Ikan Penja di Tinambung Kian Berkurang
Pedagang ikan di Pasar Sentral Mamuju menyebut harga beberapa jenis ikan naik signifikan. Ikan tongkol, cakalang, dan bandeng mengalami kenaikan harga karena terbatasnya stok. Para pedagang menyesuaikan harga jual agar tetap menutup biaya operasional dan pembelian dari pemasok.
Pemerintah daerah melalui dinas terkait langsung memantau kondisi Stok Ikan Mamuju di lapangan. Petugas berkoordinasi dengan nelayan dan distributor untuk mencari solusi jangka pendek. Pemerintah juga mendorong suplai dari daerah sekitar guna menstabilkan harga dan memenuhi kebutuhan masyarakat.
Selain faktor cuaca, distribusi yang kurang lancar turut memperburuk kondisi. Jalur pengiriman dari beberapa sentra perikanan mengalami hambatan sehingga memperlambat suplai. Pemerintah berupaya memperbaiki koordinasi distribusi agar pasokan kembali normal.
Masyarakat berharap kondisi segera membaik agar harga ikan kembali terjangkau. Ikan menjadi sumber protein utama bagi banyak keluarga di Mamuju, sehingga kenaikan harga cukup membebani pengeluaran rumah tangga.
Jika kondisi cuaca membaik dan distribusi kembali lancar, pasokan ikan diperkirakan meningkat. Pemerintah daerah berkomitmen menjaga stabilitas Stok Ikan Mamuju agar harga tetap terkendali dan kebutuhan pangan masyarakat tetap terpenuhi secara berkelanjutan.









